Tentang Dua Ribu Kata per Hari

Menjadi emak emak (yang tampak) setrong itu bukan berarti gak pernah galau.. bukan bicara tentang mamak buruh alias working mom atau mamak rumah tangga alias stay at homo mom lho, tapi ini manusiawi. Iya, wajar kok kita ngalamin ini. Namanya juga manusia, bisa capek bisa bosen, bisa suntuk.

Pernah, waktu masih jadi buruh..

pagi pagi bangun tidur mata belum melek aja udah sambil menyusun algoritma yang musti dilakukan. Gak cuma garis lurus tapi tentu banyak percabangan, kalau digambarin flowchatnya pasti banyak banget gambar belah ketupat dan garis garis mbundet. If then, else..
Di jaman ini, masak di dapur itu udah kaya lagi ikutan Master Chef. Waktunya 30 menit dimulai dari sekarang!! Grubak grubuk sambil terus lihat jam..pas udah selesai dan siap disantap, yang makan pada ogah ogahan (rasanya persis kaya kalau dikomentari chef Juna). Hora popo, ngko dimaem dewe men tambah lemu..
Waktu di kantor, pikiran rumah singkirin dulu sejenak..kalau gak ya mana bisa konsen, soalnya saya termasuk guru yang gak pinter..kalau gak belajar dulu mana bisa langsung menganalisis rangkaian elektronik, ngomongin pemrograman, ngitung arus dan tegangan..yang ada malah menyebar hoax hihihi. Nah, pas udah kedengar bel pulang..otomatis pikiran langsung switch ke kerjaan rumah. Seketika algoritma yang berantakan muncul dan minta disusun. Nyapu, ngepel, nyuci, masak, dolanan sama anak..
Ketika akhir bulan bisa happy, tau kan lah..mana ada buruh yang gak happy kalau terima honor..bisa langsung cekout belanjaan yang udah dimasukin keranjang sejak tengah bulan hihihi.
Ketika sekarang bukan buruh, ritme mulai berubah. Mau tidur aja udah mulai mikir menu, kadang sampe bolak balik buka cookpad atau langsungenak dan masih berujung bingung. Memang benar, memasak itu jauh lebih mudah dari pada menentukan menu masakan. Pagi hari, sudah lebih PD dong masaknya dan gak perlu perlu lihat jam kaya lagi ikutan Master Chef.. dan efeknya semua makanan dimakan sama mereka yang pada mau sekolah (ya iyalah, gak dimakan ya gak dimasakin lagi 😂). Setelah semua pergi dan cuma dirumah sama si bayi, barulah ngeberesin rumah semoodnya aja..nyuci baju ngrendemnya bisa seharian, udah kelar pun nunggu semalaman baru dijemur.. Semacam menikmati rutinitas baru yang dulu tidak dinikmati. Ah, tapi lama lama bosan juga ya, jadi haluuu, galau.
Yaks, begitulah emak emak eh saya maksudnya. Galau hilang kalau sudah cuci mata, shopping, masukin barang ke troli dan menunggu cekout 😉😉.
Dirasa rasa kok gak nyambung ya, ini tulisan dari atas ke bawah maupun dari bawah ke atas.. yasudah, itulah emak emak eh saya yang katanya harus mengeluarkan 20.000 kata per hari biar gak stress. Jadi mari menulis, kalau kicauan kita di rumah tidak cukup 20.000 kata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s