Baby blues syndrome?

========================

Baby blues syndrom atau yang lebih parah jadi post partum depression memang nyata adanya. Ntah berapa sudah berita ibu menyiksa bahkan membunuh anaknya beredar di TV atau portal berita lain. Itu bukan semata karena si Ibu kurang beriman, tapi adalah luapan emosi yang rasanya gak karuan.

2 x melahirkan dan dua-duanya mengalami baby blues benar-benar membuat saya merasa takut hamil lagi saat ini. Rasanya gak karuan, sedih, nangis, baper se baper bapernya.

Anak pertama syndrome nya seputar ASI yang gak segera keluar sampai di sufor 2 sendok, berbagai mitos bayi baru lahir dan ibu pasca melahirkan, komentar-komentar orang disekitar yang bikin baper berminggu-minggu.. ditambah mastitis ringan yang bikin demam. Semua itu hampir membuat saya stress, sampai pernah lupa kalau udah ada anak. Malam-malam anak nangis minta ASI sayanya cuek.. Astaghfirulloh.

Anak kedua lain lagi ceritanya, pengalaman jadi ibu 6 tahun dan baca artikel sana sini membuat saya lebih PD…pada awalnya. Nyatanya yang terjadi tidak semudah itu..baby blues syndrome itu punya ‘model’ yang berbeda,-beda. Saya pun kena juga..hanya 12 hari ditemani suami pasca melahirkan membuat saya harus mengurus dua anak plus pekerjaan rumah sendirian, sedikit dibantu ibu. Anak pertama yang mulai cemburu setelah ayahnya tidak di rumah adalah penyulut syndrome saya yang kedua ini. Tingkahnya yang mulai aneh untuk mencari perhatian, sampai merasa membenci adiknya membuat saya merasa gagal menjadi orangtua. sehari saya sebentar sebentar menangis, tidak tau harus bagaimana mengatasi.. Merasa sudah terkena syndrome, langsung cerita ke suami.. help me ayah..aku kena baby blues syndrom.. Alhamdulillah, support suami efeknya besar..perhatian, waktu, dan ngobrolnya bisa mengatasi perasaan gak karuan itu, pengen jalan2 yang gak mungkin dilakukan, diganti dengan ngemall online, shopping online, sampai membahas rumah.

Jadi, please bapak-bapak, ibu-ibu, Baby Blues Syndrom itu benar nyata adanya..bukan lebay..dan jangan sampai berlanjut sampai post partum depression.
Masa habis melahirkan itu berat loh, bahkan lebih berat dari hamil dan melahirkan itu sendiri. Komunikasikan semuanya ya bu ibu, jangan dipendam sendiri..berceritalah sama pasangan, ibu, adik, atau siapapun yang membuatmu nyaman..dan untuk siapapun, tahanlah diri untuk komentar yang justru membuat semakin parah, cukup peluk dan dengarkan.

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Di hari ke 24 pasca melahirkan ini, saya pun sedang berjuang semoga tetap happy dan terhindar dari syndrome ini berkepanjangan.

Ponjong, 22 Januari 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s