Mendadak Liburan, Klaten

Liburan tidak hanya sekedar main, tapi memang sebuah kebutuhan. Paling tidak, memang beginilah buat kami..hahha.. Minggu ini kami ke Klaten. Perjalanan ke Kota Bersinar ini diawali dari pengakuan dosa Absha yang telah menginjak Fonepad 7 nya sampai touch screennnya pecah.😦

Meskipun akhirnya harus menunggu, karena sparepart habis..dia tetap enjoy karena pulangnya kita mampir naik Andong dari stasiun muter Alun Alun dan setelah itu lanjut ke Rowo Jombor.

image

Rowo Jombor berjarak sekitar 8 kilo dari Alun Alun ke arah timur. Rawa jombor yang terletak di desa krakitan, kecamatan bayat, kabupaten klaten , provinsi Jawa tengah. Rawa ini memiliki luas 198 ha dengan kedalaman meencapai 4,5 m dan memiliki daya tampung air 4 juta m 3 . Tanggul yang mengelilingi rawa ini sepanjang 7,5 km dengan lebar tanggul 12 m.

Daerah Rawa Jombor dahulu sebenarnya merupakan dataran rendah yang berbentuk cekungan luas dan dikelilingi oleh barisan pegunungan. Hal ini menyebabkan dataran rendah tersebut sering tergenang air, baik pada saat musim hujan maupun musim kemarau. Daerah tersebut dinamakan Rawa Jombor karena daerah tersebut sering tergenang air sehingga disebut rawa dan terletah di Desa Jombor yang kini berubah menjadi Desa Krakitan. Genangan air ini akan semakin tinggi saat musim hujan karena dari sebelah barat laut terdapat sungai yang bernama Kali Ujung dan kali Dengkeng. Kedua sungai tersebut selalu meluap saat musim hujan dan selalu mengarah ke Rawa Jombor. Luapan air ini membuat Rowo Jombor semakin meluas dan menggenangi rumah warga serta sawah yang berada disekelilingnya sehingga banyak warga yang terpaksa dipindahkan ke tempat yang lebih aman di tepi rawa atau tegalan disekitarnya.
Pemandangan yang ada di sini asri banget, khas desa dengan banyak sawah atau tegalan. Setelah melewati TPR (kami bayar 5000 rupiah) ada 2 jalan, yang lurus langsung ke arah rowo..sedangkan yang ke kiri jalannya naik menuju taman dan bisa lihat pemandangan rowo dari atas.
Daerah rowo penuh dengan warung apung. Jadi emang sebenarnya, wisata rowo jombor ini wisata kulinernya yang plaing utama. Sayangnya kesan negatif pertama muncul saat kami mau cari lokasi. Petugas semacam menghadang kami yang lewar agar parkir di lapaknya yang sekaligus makan digital warung apung yang sama (parkiran di kiri jalan dan warung apung di kanan jalan). Pilihan akhirnya jatuh ke Warung Apung Ilham 01.
Begitu masuk, kami langsung menuju Mushola karena kebetulan sudah jam 12 lebih. Setelah itu kami menuju meja, memilih lokasi untuk duduk. Absha memilih lokasi paling pojok belakang sehingga bisa leluasa memandang rowo bagian selatan dengan view bukit yang berbaris panjang; sepertinya salah satunya adalah bukit [embung] Sriten yang merupakan puncak tertinggi gunungkidul.

image

Di sini juga ada wisata naik kapal mesin. Per orang biayanya 5000 rupiah. Pengalaman asyik buat Absha, setelah lama dia hanya bisa nyanyi row row your boat.. hehehe. Oiya, ada tempat mainnya juga disini buat anak-anak. Ayunan, mandi bola dan mainan yang muter muter semacam nyopir itu.

image

image

Alhamdulillah, hari ini kami senang dan kenyang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s