Saat Harus Melepasmu

Perjalanan panjang AB 3903 KD menemani saya akhirnya berakhir. 12 April kemarin, dia sudah berpindah tangan ke sebuah tempat Jual Beli Motor Preloved alias Bekas Pakai. Meskipun ikhlas, tetapi tetap saja menyisakan segudang cerita dibalik motor ini. Motor yang sudah saya pakai sejak kelas 1 SMA ini memang stuff setia bahkan sangat setia. Perjalanan bersamanya hampir semua berarti dan bersejarah.

image

  1. Masa-Masa SMA

Pada masa ini, saya masih awal bisa mengendarai sepeda motor. Motor yang dibeli oleh Ibuk pada tahun 1998 ini menjadi pilihan untuk saya pakai (dibandingkan motor Supra X yang saat itu dibeli Ibuk tahun 2000), karena cenderung lebih pendek dan lebih irit bensin. Nglaju setiap hari dengan jarak 2 x 14 km saya lalui bersama motor ini, sejak awal 2001 sampai lulus SMA tahun 2003. Honda Grand hijau ini hampir tidak pernah rewel, hanya sekali saat pulang sekolah kondisi hujan lebat dan Kali Jirak meluap, sehingga busi terkena air dan motor mati tidak bisa nyala lagi. Untung saja ada bengkel yang buka, dan dengan baik hati mekanik bengkel itu membantu saya.

  1. Masa Kuliah – di Racana – Posko Gempa

Selepas SMA saya melanjutkan Kuliah. Sempat ditawari oleh Ibuk untuk membawa motor Supra saja, mengingat saya harus Kost dan jarak dari rumah ke Kost 54 km. Saya menolak, biar saja Supra-nya di rumah saja dipakai adik saya yang juga masuk SMA. Lagian kalau Supra di rumah kan Ibuk Bapak masih bisa pakai juga. Oh iya, keseharian Ibuk menggunakan Suzuki RC 80 dan Bapak menggunakan motor dinas.

Perjalanan istimewa ada di masa ini. Meski jarak kost ke kampus tidak lebih dari 1 kilometer, motor ini tetap saya pakai. Karena selain kost-kampus, rute harian juga ke gelanggang barat (saat itu masih ada) alias ke Sanggar Pramuka. Di sanggar ini, grand saya menjadi langganan dipinjam oleh teman-teman Racana. Kadang sedikit tidak ikhlas, karena tidak jarang dikembalikan dalam kondisi tanki kosong. Tapi kalau ingat pesan Guru Agama dulu, berbuatkan kebaikan lewat motormu, Insya Alloh pahala akan mengalir… saya ikhlas saja..hehe. Bahkan ketika STNK motor saya dihilangkan dan yang bersangkutan tidak bertanggung jawab pun saya haya bisa ikhlas. L L L. Motor ini juga menemani saya binsat alias Bina Satuan di beberapa sekolah di Sleman dan Bantul, menemani masa-masa mengisi Outbound Training di berbagai tempat, dan menemani saat terjadi Gempa Mei 2006. Di Posko Gempa motor ini setia sekali saya ajak mondar mandir Kost – Sanggar – Posko UNY Karangsemut setiap hari.

  1. Kisah di Medi@net

Medi@net adalah rumah ketiga saya di Jogja setelah kost dan racana. Saat jadi operator shift pagi, jam setengah 6 saya sudah membawanya berangkat dari Kost. Kemudian saat saya ditambahi amanah mengelola jual beli, Si Hijau ini saya ajak kulakan ke pasar atau ke toko tempat belanja berbagai snack ringan dan ke distributor/supplier ATK.

  1. Motor Pacaran

Ini ni yang paling berkesan..hihihi. Alhamdulillah masa pacaran saya yang hanya sekali seumur hidup ini disaksikan oleh motor kesayangan. Pacar saya (yang sekarang jadi suami) ini, memang tidak punya motor, jadi kalau jalan kemana gitu yang pakai motor saya. Ketika kita sama-sama merintis usaha Outbound, motor ini juga lah yang menemai dari survey sampai pelaksanaan kegiatan. Meski Cuma honda  grand, tetapi berbagai medan terjal juga sudah pernah dilewati.

  1. Bersama Cikal CompuMedia

Usaha yang kita rintis bareng tidak hanya Outbound Training, tetapi juga Penjualan dan Service Komputer beserta aksesorisnya. Setelah menikah dan tinggal di Ponjong, motor pun hanya 1. Sempat suami dipinjami motor oleh Kakaknya, namun karena semakin lama semakin tidak enak, makanya kemudian motor itu dikembalikan. Akhirnya kami gantian pakai motor dan kadang pinjam motor Ibuk. Oiya, saat saya kuliah Ibuk beli Vario CBS techno. Dan ketika Ibuk tau kami butuh motor 2 meskipun tidak full, Ibuk pun menerima tawaran dari kantor untuk memakai motor dinas. Vario ini seringnya saya yang pakai, untuk kerja jarak dekat (sekitar 8,5 km). Dan grand ini yang dipakai suami untuk belanja barang ke Jogja. Muatan yang dibawa tidak sedikit. Bisa jadi dia membawa 3 casing CPU plus printer atau 3 printer dan aksesori yang lain.

  1. Saat jadi Guru

Setelah kami ada rejeki dari PPGT suami, akhirnya suami bisa membeli Verza. Motor dinas Ibuk pun dikembalikan dan saya kembali menggunakan Grand untuk keseharian. Jarak sekolah-rumah memang tidak jauh, tetapi ada saat-saat ketika saya harus menghadiri berbagai Undangan kedinasan atau mengantar, memonitoring, & menjemput anak-anak Prakering di berbagai tempat. Grand ini lah yang setia menemani, di saat usianya sudah tidak lagi muda J J

  1. Memandu

Mulai dari di Racana – Binsat di Sleman – Binsat di Bantul – Binsat di Gunungkidul – Berkegiatan di Kwartir

Alhamdulillah rejeki lah yang mengantarkannya untuk berpindah pemilik, dan kami diberi kesempatan ditemani oleh Motor Baru. Semoga Motor baru ini bisa membawa berkah dan bermanfaat serta siap mengukir berbagai kisah seperti ‘kakaknya’. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s