Gak Lembur itu ya Gak Kerja

shutterstock_125056385-dragon_images-e1419410901356

Bagaimana sih kita bener-bener di sebut kerja atau tidak? (gambar diambil dari sini)

Kita, sudah terbiasa kerja lembur saat mau ada deadline entah pekerjaan atau ujian. Makanya pun ada istilah SKS alias Sistem Kebut Semalam. Saya jadi berpikir adakah hubungannya dengan Cerita Roro Jonggrang yang dalam semalam dapat membuat seribu candi itu. Kita sudah terbisa mendengar dan tau bahwa seribu candi saja bisa dibuat dalam semalam kok, apalagi cuman kerjaan atau belajar

Dengan adanya paradigma ‘bisa dilembur’ itu makanya kalau kita tidak lembur tidak dianggap kerja;  yang tentunya berujung pada tidak adanya kompensasi. Dan ironisnya, ini terjadi di hampir semua tempat. Padahal…… sebenarnya kalau pekerjaan tersebut di manajemen dengan baik, pasti tidaklah harus lembur. Jauh-jauh hari dibuat time schedule dan konsisten dikerjakan. Toh ada juga pekerjaan yang bisa dikerjakan jarak jauh. Multitasking job menjadi hal biasa bagi para pekerja jarak jauh.

Saya sendiri tidak suka dengan lembur, meskipun seringnya semangat itu muncul di saat-saat terakhir. Mungkin inilah yang disebut dengan adaptasi; berdamai dengan lingkungan.

Ada tips dari Sahabat Nestle, agar kerja bisa efektif tanpa lembur, yaitu:

  • Pahami deskripsi pekerjaan agar tahu apa yang dituntut dari pekerjaan, dan pastikan juga kita tahu target yang harus dicapai (harian, mingguan, bulanan) agar tak perlu selalu diingatkan oleh atasan.
  • Cobalah untuk proaktif bertanya kepada atasan tentang rencana-rencana perusahaan/unit kerja di waktu mendatang. Dengan begitu, kita bisa membuat perencanaan kerja untuk kita sendiri.
  • Buatlah “daftar hal yang harus dikerjakan” agar kita tahu mana yang harus diselesaikan dalam dalam sehari, seminggu, dan seterusnya.
  • Sikap perfeksionis kadang membuat tempo kerja melambat. Akibatnya, waktu yang ada lebih banyak digunakan untuk memeriksa ulang hasil pekerjaan. Padahal ini bisa diatasi. Misalnya dengan teknologi komputer, kita bisa mengecek ejaan dan tata bahasa dalam waktu lebih cepat.
  • Jika pekerjaan sangat banyak dan tidak mungkin tertangani sendiri, sampaikan kepada atasan tentang kondisi ini dan apa konsekuensinya, misalnya harus lembur atau hal-hal lainnya. Jika mungkin, usulkan kepada atasan untuk berbagi tugas dengan rekan lain yang kebetulan tidak mempunyai terlalu banyak pekerjaan.
  • Batasi waktu untuk mengobrol, bermain game, atau browsing situs internet yang tidak perlu.

Selamat bekerja kawan!

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s