Snack dari Bunda

Siang ini, seperti biasa ketika saya dapat snack di kantor sebagian saya bawa pulang buat Absha. Apalagi kesukaan dia ada di kotak snack, yaitu risoles dan lemper. Dia sudah mulai hafal, kalau waktu saya pamit pagi hari bilang, “hari ini murid-murid bunbun ujian”, dia pasti jawab, “oo berarti bunda dapat snack”. Asyiikk…
Ada sensasi tersendiri bagi Absha dapat oleh-oleh sebuah dus berisi berbagai jajanan alias snack. Sama seperti saya, ketika dulu masih kecil pun selalu dibawakan snack oleh Ibuk. Saya pun juga sampai hafal kapan ibuk rapat (yang tentu saja ada snacknya). Menggeledah tas Ibuk juga selalu saya lakukan setiap Ibuk pulang kantor…hehehe. Saya pasti nemu sesuatu, meskipun itu cuma permen. Heran saya, selalu saja ada permen di tas ibuk yang kadang ya hanya ditaruh saja, buat njagani kalau anaknya merazia tas..🙂.

Siang ini ada yang menggelitik saya ketika Absha tanya..
A = Owh, Bunbun dapat snack ya?
B = Iya sayang..
A = Gak dimakan?
B = Udah, tadi kan ada 4 isinya yang satu dimakan bunda namanya Pukis yang mbak Absha gak suka
A = Lha kenapa kok mbak Absha gak suka?
B = Karena gak ada cokelatnya..
A = Oooo… temen-temennya Bunbun suka?
B = Iya, tadi temen-temennya Bunbun pada makan snack juga
A = Temen-temennya Bunbun punya Anak gak?
B = Yo punya
A = Namanya siapa?
B = Ada mbak Berta, mbak ….. mas…. (saya sebutkan beberapa nama)
A = Lha kok gak dikasih snack sama Ayah Bunda nya? Dimakan sendiri sama temen-temennya Bunbun.
B = %%??????…..

Dia mau makan snack aja masih mikir, apakah anaknya temen-temen Bunbun juga dikasih snack sama orangtuanya atau tidak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s