ligasi – sirosis hati

Kemaren denger lagi dari ms rohman..kalo mas jono jdwal ligasi. Yah, karena penyakit serosis hatinya itu makanya terapi terus biar bisa stabil kondisinya. Aku yang belum tahu benar apa itu ligasi jagi googling..ne yang aku dapet:

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=217468&kat_id=123

Sirosis adalah suatu kondisi di mana jaringan hati yang sehat digantikan oleh jaringan parut (bayangkan keloid yang sering terbentuk pada bekas luka). Akibatnya, aliran darah menuju hati menjadi terhambat. Selain itu, fungsi hati pun menjadi terganggu. Padahal, hati memiliki fungsi yang sangat vital.

Hati membersihkan atau menetralisir racun dalam darah, membentuk senyawa yang berperan dalam kekebalan tubuh, dan memusnahkan kuman dari darah. Hati juga membentuk albumin dari protein yang kita makan dan hati juga tempat produksi beberapa faktor pembekuan darah. Selain itu, hati juga membentuk empedu yang berguna untuk penyerapan lemak dan vitamin yang larut dalam lemak.

Sirosis merupakan suatu proses lanjut dari kerusakan hati, terbanyak akibat infeksi virus hepatitis kronik (B atau C) dan juga bisa akibat minum alkohol. Selain itu, dapat pula akibat infeksi lain, obat, racun, autoimun, dan penyakit saluran empedu. Sebagian pasien (sekitar 10 persen) yang terinfeksi virus hepatitis B tidak dapat sembuh total dan penyakitnya menjadi kronik yang kemudian berlanjut menjadi sirosis. Kemungkinan untuk menjadi kronik pada orang yang terinfeksi virus hepatitis C jauh lebih besar.

Saat masih cukup banyak jaringan hati yang normal, maka belum tampak gejala. Jika proses berlanjut dan makin banyak jaringan hati yang rusak, maka mulai tampak gejala-gejala seperti lemas, mudah lelah, kurang nafsu makan, mual, dan perut terasa tidak nyaman. Semakin penyakit menjadi progresif, maka mulai timbul komplikasi.

Berbagai komplikasi yang dapat terjadi, di antaranya adalah perut membuncit dan muntah darah seperti yang ibu alami. Dengan pengobatan dan kontrol yang baik, kemungkinan komplikasi dapat ditekan seminimal mungkin. Perut membuncit terjadi karena cairan berkumpul di rongga perut, selain itu juga biasanya berkumpul di kaki sehingga kaki tampak bengkak. Hal ini terjadi karena hati tidak dapat memproduksi albumin dalam jumlah cukup, akibatnya darah menjadi terlalu ‘encer’ dan cairannya merembes keluar dari pembuluh darah. Untuk mencegahnya, maka minum harus dibatasi, cukup 2-3 gelas sehari. Batasi juga konsumsi garam, karena garam dapat menahan air di dalam tubuh. Selain itu, dokter juga biasanya memberikan obat untuk mengeluarkan cairan lebih banyak lewat air kencing.

Sirosis juga menyebabkan aliran darah yang mengalir menuju hati terhambat. Normalnya, darah dari usus, pankreas, dan limpa mengalir ke hati melalui vena portal. Jika terhambat, maka tekanan vena portal menjadi tinggi. Darah mengalami aliran balik dan berusaha mencari jalan lain. Jalan tersebut terutama melalui pembuluh-pembuluh darah di lambung dan kerongkongan. Pembuluh darah ini dindingnya tipis sebab tidak dirancang untuk menerima beban jumlah darah yang banyak. Akibatnya pembuluh darah tersebut mudah pecah. Jika pecah, maka terjadi muntah darah, atau jika darah mengalir ke saluran cerna bawah maka buang air besar menjadi berwarna hitam.

Untuk mencegahnya, ibu perlu berhati-hati saat mengkonsumsi obat. Hindari obat yang dapat mempengaruhi lambung seperti aspirin dan obat-obat antirematik tertentu. Selalu konsultasikan obat yang Ibu minum (bahkan yang dijual bebas) dengan dokter. Dokter juga dapat memberikan obat untuk menurunkan tekanan vena portal. Pembuluh darah lambung dapat ‘ditambal’ dengan tindakan ligasi/skleroterapi sehingga dapat mengurangi kemungkinan pecahnya kembali pembuluh darah. Kadang-kadang diperlukan cara yang lebih invasif adalah dengan membuat saluran baru (bypass) dari vena.

Jadi, Ibu, dibantu oleh keluarga yang lain, harus benar-benar menjaga kondisi tubuh agar tidak terjadi komplikasi yang berat oleh karena memang fungsi hatinya sudah terganggu. Jaringan hati yang rusak pada sirosis memang tidak dapat dipulihkan kembali normal, namun dengan pengobatan yang disebutkan di atas, komplikasi yang terjadi dapat diatasi, dan kondisi Ibu bisa diperbaiki. Untuk mengganti sel-sel hati yang rusak, saat ini telah mulai dilakukan transplantasi hati di beberapa negara dan cara ini merupakan salah satu jalan keluar yang diharapkan bisa untuk mengobati sirosis.

11 thoughts on “ligasi – sirosis hati

  1. bapak saya kena sirosis hati,obatnya apa kalau di opname di rs. biayanya mahal maunya sih minum obat yg murah dan tradisional

    Like

  2. Mohon info nya, saudara saya terkena penyakit sirosis hati & 4 drspd sudah pernah saya kunjungi dan beliau nya mengatakan bahwa penyakit tsb tdk bisa disembuhkan, mohon petunjuknya bagaimana cara terbaik yg harus saya tempuh.
    Terimakasih atas jawaban nya.

    Salam,
    Redy

    Like

  3. adk saya terkna sirosis hati sdh beberapa kali msuk rs krn hb nya rndah.saya mhon info bgaimana mngatasi dan penyembuhan pnyakit ini.slain obat kedokteran adakah obat alternatif?

    Like

  4. Ayah sy menderita sirosis, paru2 ada jamur, gangguan ginjal, hb menurun, ada diabetes dan sudah BAB darah ttp warnanya hitam, beliau menjalani endoskopi td sore dan hasilnya tidak ada kebocoran disaluran pencernaan. Apakah faktor yang menyebabkan BAB darah? dan bisakah diberikan rekomendasi obat atau penanganannya? Nama dokter dan RS di area Jakarta? Terima Kasih.

    Like

  5. Ayah saya juga menderita sirosis. menurut dokter n hasil endoskopi, ada kebocoran. Makanya kmarin baru ligasi atau pemasangan cincin untuk mengatasi kebocoran. ada efek sampingnya ga ya? Truz perawatannya harus gmana? Thanx be4 bwat infonya.

    Like

  6. Assalamualikum mba silvia…nama dokter yg bagus dan terkenal di jarta adalah prof.ali sulaeman praktek nya di rs,peni petamburan jakarta barat.beliau juga buka praktek klinik di jl.cilamaya sekitar roxy /biak..saya sendiri dalam perawatan nya.trims….nb:mau lebih jelas kirim email saja.

    Like

  7. Makasih mas mukri infonya. Semoga bermanfaat untuk yang lain. Sy ikut mendoakan semoga terapinya lancar dan dapat segera sembuh.

    Like

  8. ASS……. Ibu saya sekarang juga lagi berjuang melawan serosis hati…..8 bulan yang lalu opnam d Rs muwardi solo….dokter sudah membrikan sinyal bahwa penyakit ini memang tidak bisa di obati. Hati saya begitu sedih melihat keadaan ibu yang demikian mengenaskan. tubuh nya kurus. perutnya membesar kencang sekali. tubuhnya selalu lemas. Di rumah sakit itu sudah hampir 2 minggu tanpa ada perubahan yang berarti….kemudian saya bawa pulang dan saya berikan terapi dan diet ketat di rumah. Setiap hari saya rebuskan temulawak, diet garam dan lemak. Terus saya carikan ikan kutuk untuk menambah albuminnya…..alhamdulillaah…perutnya kian lama kian mengecil..kondisinya mulai membaik. kami sekeluarga bahagia sekali melihat kondisi ibu…tapi kami harus meninggalkan ibu karena pekerjaan saya di daerah lain. sedang ibu tidak mau di bawa serta. jadi perhatian ibu berkurang dan dietnya pun kurang terjaga. ibu juga sudah mengidap penyakit pembesaran limpa shg hb selalu drop. akhirnya benar…hb drop lagi kami harus mentransfusi darah lagi. disini bencana datang….karena kecerobohan pihap laboratorium darah yang di berikan sebanyak 2 kantong keliru. ibu berdarah B resus negatif, tapi di beri darah B resus positif. hanya satu hari setelah darah transfusi masuk perut ibu langsung besar lagi dan sampai sekarang tidak bisa mengecil lagi…kami sedih sekali. Pihak dokter mengatakan kalo salah resus tidak apa2…nanti bisa di netralisir…itu jawaban seorang maklar bukan dokter. kenyataannya perut ibu langsung besar lagi. tapi kami tidak mau memperpanjang masalah ini karena keterbatsan kami. Untuk berobat dan merawat ibu ja kami udah kualahan apalagi untuk berseteru dengan dokter…pasti akan mengahabiskan waktu, tenaga dan biasaya……saudaraku..jika serosis belum terlalu parah…perawatan dengan diat yang terpantau…dan menghentikan pemicu plus pengobatan itu…mungkin bisa membantu….jangan pernah berputus asa…terus berjuang kalahkan serosis….

    Like

  9. sirosis memng penyakit yang perlu penanganan yang tepat dan kehati2an,,, saya adalah paramedis yang sering menemui pasien2 sirhep,,,dengan berbagai keluhan dan kemarin ada yang sudah menjalani proses ligasi,,..stelah proses ligasi pasien tersebut juga kekurangan albumin dan hbnya juga turun sehingga dilakuin jg tarnsfusi darah dan albumin,..hal ini juag tidak menutup kemungkinan kembali pasien tersebut dapat kembli dengan kluhan yng smaa.

    Like

  10. Adakah rumah sakit di Bekasi yg bisa melakukan ligasi terutama yg berkerja sama dengan bpjs.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s