Dari Seorang “teman”

MAAF
Jika punya salah, mohon kami dimaafkan.
Andaikan tidak ada yang perlu dimaafkan,
beri jugalah kami kata maaf.
Karna telah memohon maaf,
untuk sesuatu yang tak perlu dimaafkan.
Hanya saja permintaan kami yang kedua itu,
tentu merepotkan.
Jadi … maafkanlah.

PANTAIKU BERUBAH

Menyusuri pantai
membiarkan detik waktu berlalu
mentari dan bulan terbit terbenam bersilih ganti,
aku terus menyusuri
pantai yang kian sepi

Bersembunyi
bagai bulan yang berlindung di balik awan
bagai mentari yang hilang dek hujan
aku tidak kelihatan
pada mereka yang kian menjauh ………..

Mengapa pasir ini tidak seputih, sebersih pantai
itu ???
mengapa air laut yang biru memecah pantai
dengan warna kelabu???
ada arus di dasar laut ???
menolak pasir naik ke muka
mencemar kejernihan sempurna

Gelora ombak di pantai
memberi gambaran pada jiwa yang sedang
berperang
walau wajah kelihatan tenang
sesekali ketenangan hampir tergugat
oleh airmata di kelopak
dan aku terus berdoa semoga perisai hatiku
kuat ………


TEMAN, SAHABAT, MY FREN

Teman,
hilangmu tak ku cari
hadirmu ku nanti-nanti ……………

*************************
Sahabat,
pencetus semangat, pemberi nasihat
bersama kita mengorak langkah
bersama mencari keredhaan ALLAH

##########################

My Fren,
I have a wish
I hope GOD would grant it,
a special gift
just for you
in memory of our frenship ……..
my way of saying “Thank You”

*********************
“Kan ku petik bintang buatmu teman”
“As our life change from whatever, we will still be
frens forever……”


LAUTAN AIRMATA

Apakah jika ku kumpul tetesan airmata itu
ia boleh menjadi lautan ???
Apakah airmata yang mengalir itu
boleh membawa perubahan ???
Apakah bermakna airmata yang diteteskan ???
Bolehkah airmata membersihkan nama yang
tercemar
Bolehkah airmata menjadi penawar
racun sembilu yang telah lama menular ???

Airmata terkumpul menjadi lautan
melemaskan hati yang lara
aaahhh….persetankan
aku masih tidak keseorangan
masih punya TUHAN
yang memerhati dan MAHA Mengetahui
DIA lah yang sentiasa di sisi

Airmata ku kumpul menjadi lautan
bukan untuk menyesali
takdir ketentuan ilahi
lautan ini tempat perkelahan hati-hati yang rawan
malah … di sinilah aku melemaskan para-para
setan !!!

I , AKU, SAYA

I am what I am ….
Wha..att???
Aku adalah aku ….
Huh ???
Saya adalah saya ….
Apa dia …???

I am what I am
I’m simply being me
I’ll never be what you want me to be
if what you want me to be isn’t me

Aku adalah aku
yang asli inilah aku
walau bagaimana yang engkau mahu
diriku tetap diriku …..

Saya adalah saya
yang terlihat sediakala
dan peribadi ini peribadi saya
walau seribu kali kamu berprasangka

Categories act

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s