Jika Saya Mati Hari Ini

“Kalau bukan hari ini, mungkin besok. Tapi datangnya sudah pasti…
benarkah hari ini?” saya terus bertanya-tanya selepas subuh tadi, dan
terus
bertanya ketika di perjalanan hingga tiba di kampus. Tapi jika memang betul
waktunya tiba hari ini, jika saat yang tak pernah benar-benar dinanti oleh
siapa pun itu menjumpai saya hari ini, sungguh celakalah saya.

Semalam saya tak terjaga untuk menangis sejadinya atas semua kekhilafan
dan memohonkan ampun kepada-Nya. Padahal saya sungguh sadar Dia selalu
menunggu kapan pun saya mau memberikan semua sesal sepanjang hidup. Saya
terlalu sering lupa berlutut serendah-rendahnya di hadapan-Nya, padahal saya
sadar Dia senantiasa menghulurkan tangan-Nya untuk hamba yang nista ini.

Kemarin saya masih berselisih lidah dengan teman sekampus dan belum sempat
meminta maaf, sebelumnya saya sempat berpandangan tak ramah dengan
temen kost, juga belum sempat memperbaikinya. Saya juga belum sempat menelepon
seorang teman yang kemarin seharian menunggu saya.

Semalam saya
terlalu ego dengan rasa lelah saya, bekerja di warnet dan seabrek kegiatn saya
di luar membuat badan terasa berat hingga tiba di rumah langsung merebahkan
diri. Tak lagi saya pedulikan wajah-wajah  teman-teman kost..

Duhai Allah, ingin rasanya saya menemui semua teman-teman, semua kerabat,
orangtua dan adikku..ingin aku bersujud di depan kaki-kaki mereka untuk meminta
maaf atas semua yang telah saya lakukan; yang telah membuat mereka semua
menangis..Saya telah terlalu sombong di hadapanMU dan dihadapan mereka. Saya malu; saya malu; dan saya masih tetap
malu Ya Allah…


Ya Robb, tak perlu saya
ragukan bahwa Engkau teramat tahu
begitu banyak hal dan persoalan yang kan kuadukan malam ini. Engkau pun pasti
bisa melihat seberapa banyak air mata yang siap tumpah di penghujung malam di
atas hamparan sajadah. Dapat juga Kau duga betapa ingin saya curahkan selangit
syukur atas semua nikmat-Mu, atas semua kedip mata yang tak sanggup terhitung,
atas setiap tarikan dan hembusan nafas yang tak mungkin terbilang.

Jika hari ini saya mati, setidaknya Engkau tahu betapa ingin saya melakukan
itu semua. Semoga belum terlambat.

Terlalu banyak titik dosa yang terukir di lembaran hidup hamba, tak
sebanding dengan amalan kebajikan yang hamba lakukan. Robb, beri hamba kekuatan
untuk bangkit menuju-Mu. agar hati ini kembali tenang. Agar segala yang hamba
lakukan mendapat ridho-Mu. Hidup hamba gersang, Tuhanku. Tak ada air sejuk yang
mengaliri jalan yang hamba tempuh. tak ada tempat mengadu seperti dulu Ya
Allah.. hamba terlalu memanjakan diri hamba untuk tidur semalaman, hanya karena
alasan terlalu lelah. Padahal, kelelahan yang sesungguhnya adalah saat ini,
saat hamba jauh dari-Mu.
Ya Allah.. ampunkan dosa hamba, Robb. Terima hamba kembali Ya Allah..
jangan biarkan hamba jauh dari nur-Mu Yaa Rohim. Hamba ingin sekali kembali,
berkhalwat dengan-Mu setiap malam dan menunaikan segala perintah-Mu seperti
dulu lagi.
Hamba rindu kepada-Mu Ya Allah

Categories act

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s