Kemandirian Dalam Belajar

kemandirian belajar

kemandirian belajar

Konsep Belajar Mandiri (Self-directed Learning) sebenarnya berakar dari konsep pendidikan orang dewasa. Namun demikian berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli seperti Garrison tahun 1997, Schillereff tahun 2001, dan Scheidet tahun 2003 ternyata belajar mandiri juga cocok untuk semua tingkatan usia. Dengan kata lain, belajar mandiri sesuai untuk semua jenjang sekolah baik untuk sekolah menengah maupun sekolah dasar dalam rangka meningkatkan prestasi dan kemampuan siswa (http://www.nwrel.org/planing/reports/self-direct/index.php )

Pengertian tantang belajar mandiri sampai saat ini belum ada kesepakatan dari para ahli. Ada beberapa variasi pengertian belajar mandiri yang diutarakan oleh para ahli seperti dipaparkan Abdullah (2001:1-4) sebagai berikut:
1. Belajar Mandiri memandang siswa sebagai para manajer dan pemilik tanggung jawab dari proses pelajaran mereka sendiri. Belajar Mandiri mengintegrasikan self-management ( manajemen konteks, menentukan setting, sumber daya, dan tindakan) dengan self-monitoring (siswa memonitor, mengevaluasi dan mengatur strategi belajarnya) (Bolhuis; Garrison).
2. Peran kemauan dan motivasi dalam Belajar Mandiri sangat penting di dalam memulai dan memelihara usaha siswa. Motivasi memandu dalam mengambil keputusan, dan kemauan menopang kehendak untuk menyelami suatu tugas sedemikian sehingga tujuan dapat dicapai (Corno; Garrison).
3. Di dalam belajar mandiri, kendali secara berangsur-angsur bergeser dari para guru ke siswa. Siswa mempunyai banyak kebebasan untuk memutuskan pelajaran apa dan tujuan apa yang hendak dicapai dan bermanfaat baginya (Lyman; Morrow, Sharkey, & Firestone).
4. Belajar Mandiri “ironisnya” justru sangat kolaboratif. Siswa bekerja sama dengan para guru dan siswa lainnya di dalam kelas (Bolhuis; Corno; Leal).
5. Belajar Mandiri mengembangkan pengetahuan yang lebih spesifik seperti halnya kemampuan untuk mentransfer pengetahuan konseptual ke situasi baru. Upaya untuk menghilangkan pemisah antara pengetahuan di sekolah dengan permasalahan hidup sehari-hari di dunia nyata (Bolhuis; Temple & Rodero).

Jika para ahli di atas memberi makna tentang belajar mandiri secara sepotong-sepotong, maka Haris Mujiman (2005:1) mencoba memberikan pengertian belajar mandiri dengan lebih lengkap. Menurutnya belajar mandiri adalah kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai suatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang dimiliki. Penetapan kompetensi sebagai tujuan belajar, dan cara pencapaiannya – baik penetapan waktu belajar, tempat belajar, irama belajar, tempo belajar, cara belajar, maupun evaluasi belajar – dilakukan oleh siswa sendiri. Di sini belajar mandiri lebih dimaknai sebagai usaha siswa untuk melakukan kegiatan belajar yang didasari oleh niatnya untuk menguasai suatu kompetensi tertentu.

Pengertian belajar mandiri yang lebih terinci lagi disampaikan oleh Hiemstra (1994:1) yang mendeskripsikan belajar mandiri sebagai berikut:
1. Setiap individu siswa berusaha meningkatkan tanggung jawab untuk mengambil berbagai keputusan dalam usaha belajarnya.
2. Belajar mandiri dipandang sebagai suatu sifat yang sudah ada pada setiap orang dan situasi pembelajaran;
3. Belajar mandiri bukan berarti memisahkan diri dengan orang lain;
4. Dengan belajar mandiri, siswa dapat mentransfer hasil belajarnya yang berupa pengetahuan dan keterampilan ke dalam situasi yang lain.
5. Siswa yang melakukan belajar mandiri dapat melibatkan berbagai sumber daya dan aktivitas, seperti: membaca sendiri, belajar kelompok, latihan-latihan, dialog elektronik, dan kegiatan korespondensi.
6. Peran efektif guru dalam belajar mandiri masih dimungkinkan, seperti dialog dengan siswa, pencarian sumber, mengevaluasi hasil, dan memberi gagasan-gagasan kreatif.
7. Beberapa institusi pendidikan sedang mengembangkan belajar mandiri menjadi program yang lebih terbuka (seperti Universitas Terbuka) sebagai alternatif pembelajaran yang bersifat individual dan program-program inovatif lainnya.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli dan beberapa pertimbangan di atas, maka belajar mandiri dapat diartikan sebagai usaha individu untuk melakukan kegiatan belajar secara sendirian maupun dengan bantuan orang lain berdasarkan motivasinya sendiri untuk menguasai suatu materi dan atau kompetensi tertentu sehingga dapat digunakannya untuk memecahkan masalah yang dijumpainya di dunia nyata.
Self-directed learning adalah kegiatan belajar mandiri, sedangkan orang yang melakukan kegiatan belajar mandiri sering disebut siswa mandiri (self-directed learners). Abdullah, M.H (2001) dalam ERIC digest No. 169 mengatakan self-directed learners adalah sebagai “para manajer dan pemilik tanggung jawab dari proses pembelajaran yang mereka lakukan sendiri”. Individu seperti itu mempunyai keterampilan untuk mengakses dan memproses informasi yang mereka perlukan untuk suatu tujuan tertentu. Dalam belajar mandiri mengintegrasikan self-management ( manajemen konteks termasuk latar belakang social, menentukan, sumber daya dan tindakan) dengan yang self-monitoring ( proses siswa dalam memonitor, mengevaluasi, dan mengatur strategi belajarnya).

Belajar mandiri dan siswa mandiri seperti sekeping mata uang yang mempunyai dua muka yang berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yang mempunyai suatu fungsi yang saling mendukung. Lebih jelasnya persamaan dan perbedaan antara belajar mandiri dengan siswa mandiri digambarkan dalam bagan sebagai berikut:

gambar1

Gambar 1:
Model Personal Responsibility Orientation (PRO)
(Sumber: Roger Hiemstra:1998:25)

Belajar Mandiri (Self-directed learning) yang ada di sisi sebelah kiri dari model, mengacu pada karakteristik proses belajar mengajar, atau apa yang kita dikenal sebagai faktor eksternal dari si siswa. Di sini mengacu pada bagaimana proses pembelajaran itu dilaksanakan. Siswa mandiri (LearnerSelf-Direction) yang ada di sebelah kanan dari model, mengacu pada individu yang melakukan kegiatan belajar. Termasuk di dalamnya yaitu karakteristik kepribadian siswa, atau sering kita kenal dengan faktor internal dari individu yang bersangkutan. Jika kedua hal tersebut (Self-directed learning dan Learner Self-Direction) dapat tercipta dalam proses pembelajaran, maka individu dapat memiliki kemandirian dalam belajar (self-direction in learning). Dengan demikian Kemandirian belajar (self-direction in learning) dapat diartikan sebagai sifat dan sikap serta kemampuan yang dimiliki siswa untuk melakukan kegiatan belajar secara sendirian maupun dengan bantuan orang lain berdasarkan motivasinya sendiri untuk menguasai suatu kompetensi tertentu sehingga dapat digunakannya untuk memecahkan masalah yang dijumpainya di dunia nyata.
Burt Sisco dalam Hiemstra (1998: membuat sebuah model yang membantu ind

ividu untuk menjadi lebih mandiri dalam belajar. Menurut Sisco ada 6 langkah kegiatan untuk membantu individu menjadi lebih mandiri dalam belajar, yaitu: (1) preplanning (aktivitas sebelum proses pembelajaran), (2) menciptakan lingkungan belajar yang positif, (3) mengembangkan rencana pembelajaran, (4) mengidentifikasi aktivitas pembelajaran yang sesuai, (5) melaksanakan kegiatan pembelajaran dan monitoring, dan (6) mengevaluasi hasil pembelajar individu.
Sisco menggambarkan model tersebut di atas dalam bagan sebagai berikut:

gambar2

Gambar 2
Model Pembelajaran individual (Sumber: Hiemstra. 1998)

Artikel diambil dari http://banjarnegarambs.wordpress.com/ pada tanggal 9 November 2008

About these ads
Posted in act

27 thoughts on “Kemandirian Dalam Belajar

  1. Saya butuh definisi ttg kemandirian belajar utk tulisan saya. Thanx God ktemu Ur blog.
    Thanx a lot ya, skalian sy minta ijin mengutip dari tulisan Anda. Sekali lagi terima kasih

  2. Mb saya minta referensi tentang kemandirian belajar dunk, coz sakarang saya masih menulis tentang itu. Trus klo menurut mb perbedaan antara kemandirian belajar dengan belajar mandiri itu apa? bisa diberi komentar?
    saya masih binggung untuk membedakan kedua hal tersebut.

    Sebelumnya trimakasih ya mb.

  3. mba skripsi sy mmbhas ttg belajar mandiri. tp sy msh kekurangan bahan untuk teori belajar mandiri. buku yg sy punya cmn dri hajiman aj. mba bs minta link untuk belajar mandiri. urgen.. thanx

  4. @ all……..
    makasih udah pada mampir, udah pada baca n udah pada ninggalin komen..kaloo mau diskusi ato sharing via imel ada ato message di fb biar cepet taunya

  5. mba skripsi sy mmbhas ttg belajar mandiri. tp sy msh kekurangan bahan untuk teori belajar mandiri.mba bs minta link untuk belajar mandiri. urgen.. thanx

  6. mba kami membuat makalah yang berjudul kemandirian dalam belajar. untuk itu saya ingin tau cara belajar yang mandiri.
    terimakasih..

  7. mas/ mbk saya minta referensi buku tentang kemandirian belajar itu dong!!!!! saya baru menulis skripsi tentang itu

  8. Mbak Dhesiana yg baik,,,sy minta aspek -aspek atau indikator yg mnjadi tolak ukur kemandirian dong,,,,mkasih

  9. Mbak, boleh saya minta tolong mbak, saya minta referensi buku tentang kemandirian, defenisi kemandirian dari berbagai sumber. tolong ya mbak…
    saya sedang menyusun skripsi yg judulnya
    Pengaruh Pola Asuh Orangtua terhadap kemandirian belajar siswa
    tolong ya mbak…..
    terimakasih banyak……

  10. oiya mbak, saya minta referensi judul skripsi yang materinya gampang dicari dan di pahami juga ya mbak … terimakasih ya mbak ..

  11. mbak boleh minta referensi tentang pengertian kemandirian belajarnya ngk ya?makasii

  12. mbak,,boleh minta sumber rujukan tentang kemandirian dalam belajar nggak?..
    coz saya lagi nyusun skripsi tntang kemandirian dalam belajar..
    tnk’s before…

  13. mb boleh minta referensinya gak cz sy msih ngerjakan skripsi tentang kemandirian belajar

  14. mba minta refrensi tentng kemandirian belajr, saya sedang menyusun skrpsi, bukunya apa ya
    untuk teori kemandrian belajar.mksh

  15. Mba saya sedang menyusun skripsi ttg kemandirian belajar..boleh sama minta referensinya atau info buku ttg kemandirian belajar.ditunggu ya mba.makasi

  16. mba boleh gak saya minta referensi buku tentang kemandirian soalnya skarang saya lgi nyusun skripsi judul’a peran guru dalam kemandirian anak

    terimakasi…..

  17. Pingback: MEMANUSIAKAN MANUSIA (wawasan pendidikan ) | MGMP PENJAS SMPN 2 KEBOMAS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s